Rabu, 05 Mei 2021

MY LIFE AND MY LOVE

 

#My Life and My Love#

Author         : Iren

Length         : Oneshoot

Genre          : Family, Sad, Love, Happy.

Main Cast     : yuna

                 Myungsoo infinite

Support cast  : Donghae suju

                 Hongki FT island

                 Key shine

                 Junhyung beast

Disclaimer     :Castnya milik Tuhan and keluarganya masing-masing. Maaf kalau ceritanya aneh, kepanjangan tapi semua cerita ini saya yang tulis tidak plagiat dari tempat lain.

                        “Selamat membaca readers”

                              ^^Have fun^^

Yuna POV

Aku tak tau bagaimana memulai kisah ini. Tak pernah terbayangkan dalam benakku memiliki keluarga baru seperti mereka. Aku yang terbiasa hidup sendiri, sekolah dan kerja paruh waktu untuk menghidupi kehidupanku sendiri karena sejak 7 tahun ini aku harus hidup mandiri karena aku hanya tinggal sebatang kara dikota ini. Namaku adalah Yuna Sakura, orang tuaku sudah tiada karena mengalami kecelakaan, sehingga sekarang ini aku mencoba untuk mandiri dan berusaha untuk tidak merepotkan orang lain. Sampai saat ini tak pernah terpikirkan dalam benakku tentang cinta karena aku hanya sibuk bekerja sampai suatu saat aku bertemu dengan mereka, orang yang akan melindungi dan menjagaku, orang yang mengubah kehidupanku, orang yang mengajarkanku tentang cinta.

Pada akhirnya, rumah yang selama ini menaungiku dikala hujan maupun panas akhirnya harus kutinggalkan juga, karena aku yang tak mampu membayar uang bulanan untuk mengontrak rumah ini. Aku tak tau harus pergi kemana lagi karena aku sudah tak punya tujuan, dan aku sudah tak punya apa-apa lagi, uang yang aku hasilkan sudah habis untuk membayar biaya sekolahku.

Disaatku berjalan menelusuri jalan di kota Daegu ini, aku melihat brosur yang berisi tentang lowongan pekerjaan, akhirnya tanpa pikir panjang lagi langsung aku pergi kealamat yang dimaksud. Setibanya aku disana, kumelihat sebuah rumah yang klasik namun mewah dengan dihiasi taman bunga yang indah.

Aku langkahkan kakiku menuju rumah tersebut dan tak lupa kuperhatikan setiap jengkal sisi dari taman yang ada dirumah tersebut. Kumencoba untuk mengetuk pintu dan yang keluar adalah seorang pria muda kira-kira 5 tahun lebih tua dari aku.

“ada apa ya? Ada yang bisa saya bantu?” ucap pria tadi ramah.

“maaf, tadi saya melihat brosur ini, apa benar disini ada lowongan pekerjaan” ucapku mengatakan maksud kedatanganku pada pria tadi.

Pria tersebutpun menatapku ragu setelah tau maksud kedatanganku, karena pekerjaan tersebut hanyalah sebagai seorang pembantu, aku sudah tidak peduli lagi apapun pekerjaan itu karena yang ada dipikiranku saat ini adalah aku bisa menghasilkan uang agar dapat mencari tempat tinggal lagi dan aku masih bisa membiayai sekolahku.

“Iya memang benar, tapi apa kamu yakin kamu mau bekerja disini??” ucap pria tadi meyakinkanku.

“saya yakin, karena saya harus mencari uang untuk sekolah dan mencari tempat tinggal yang baru” ucapku pasti.

“kalau kamu memang benar-benar ingin bekerja disini, baiklah kamu saya terima dan satu lagi kamu bisa tinggal disini dan kamu juga masih tetap bisa sekolah. Pekerjaan kamu adalah membersihkan rumah dan memasak untuk kami, aku punya 4 orang adik dan mereka semua pria, dan mereka jarang sekali ada dirumah.” Ucap pria tadi menerima aku bekerja dirumahnya.

“Terimakasih banyak tuan” ucapku

“kamu jangan panggil aku tuan, aku tidak suka dipanggil seperti itu,, karena sepertinya kamu seumuran dengan adikku Myungsoo jadi kamu panggil aku Donghae oppa saja, kamu mengertikan” ucap pria yang bernama Donghae itu.

“tapi apakah pantas saya panggil seperti itu” ucapku ragu

“pokoknya aku tidak mau kamu manggil aku dengan sebutan tuan” ucap Donghae.

Setelah percakapan tersebut Donghaepun mengantarku kekamar yang akan aku tempati.

Walaupun aku telah diusir dari tempat tinggalku sebelumnya tapi aku merasa bersyukur karena aku sudah mendapat pekerjaan dan tempat tinggal yang layak. Aku sangat beruntung bekerja dirumah ini, kamarku sangat bagus dan cukup luas, dan tuan yang sangat ramah dan baik sekali. Walaupun masih ada kecemasan dalam benakku karena aku masih belum bertemu dengan 4 orang adik Donghae oppa, apakah mereka sama seperti Donghae atau tidak.

Ternyata apa yang dikatakan donghae oppa itu benar, keempat adiknya itu jarang ada di rumah dan malam itu hanya aku dan donghae oppa dirumah itu.

Pagipun tiba dan akupun siap-siap untuk menyiapkan sarapan untuk donghae oppa, tak lupa juga aku membersihkan rumah. Setelah kurasa selesai semua pekerjaanku, akupun bersiap untuk kesekolah. Namun ketika aku hendak membuka pintu kamar mandi tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari sana dan kamipun sama-sama terkejut.

“Aaaaaaaaaaaaa” teriak kami berdua bersamaan.

“yak!!! siapa lo!!” ucap pria itu dengan nada marah.

“maaf” ucapku yang langsung pergi karena ketakutan.

Aku tak tau siapa pria tadi, yang pasti aku takut dan malu dengan kejadian yang terjadi tadi, aku tak tau harus berbuat apa,  tiba-tiba aku bertemu donghae oppa.

“kamu kenapa yuna, kok seperti orang ketakutan gitu” ucap donghae

“tidak apa-apa oppa” ucapku gugup.

“hyung….!” Teriak pria tadi.

“junhyung, kapan kamu pulang” tanya donghae pada pria yang bernama junhyung itu.

“tadi malam hyung”.... “hyung siapa sih cewek ini” ucap junhyung menatapku tajam seakan hendak memakanku.

“oh iya kenalkan ini yuna, mulai sekarang dia yang akan membantu kita dirumah ini, nyiapin makan untuk kita” ucap donghae menjelaskan.

“ohh jadi dia pembantu baru” ucap junhyung sinis menatapku.

“jaga ucapanmu junhyung, bukan pembantu tapi yang akan membantu kita karena hyung tidak mampu mengurus kalian dan juga rumah ini sendirian” ucap donghae.

“ahh sama aja hyung. Ehh lain kali kalau mau masuk kamar mandi tuh ketuk pintu dulu, jangan asal gitu, emang kamu pikir ini rumah kamu!!” ucap junhyung kesal karena kejadian tadi.

“junhyung jaga omongan kamu” ucap donghae pada adiknya itu.

“tidak apa-apa oppa.” Ucapku pada donghae oppa..... “maaf, saya pikir tidak ada orangnya” ucapku lagi pada junhyung oppa.

“ya sudah yuna lebih baik kamu pergi kesekolah nanti kamu terlambat” ucap donghae mengakhiri.

“iya oppa, aku berangkat dulu” ucapku seraya berpamitan pergi.


Huuuhh apa yang kucemaskan semalam ternyata kejadian juga, ternyata benar donghae oppa dan junhyung oppa sangat berbeda. Donghae oppa sangat lembut dan ramah, sedangkan junhyung oppa kebalikannya. Bagaimana dengan ketiga adiknya, jangan-jangan sama seperti junhyung oppa sifatnya. Ahh semoga saja tidak.Tanpa sadar aku berjalan ternyata aku sudah sampai didepan gerbang sekolah.

Akupun menjalani aktivitas sekolahku seperti biasa, tak ada yang menarik buatku kecuali yunho, pria yang aku sukai selama satu tahun ini.Namun dia tak pernah tau itu karena aku yang tak berani untuk mendekatinya, karena sebelum dipermalukan aku sadar siapa diriku sebenarnya, jadi lebih baik aku cari aman saja disekolah ini. Aku memang beruntung bisa masuk sekolah yang tergolong elit ini, yah walaupun selama aku bersekolah disini aku sama sekali tak memiliki teman satupun, tapi itu semua tak masalah buatku.

Jam sekolahpun berakhir, aku bergegas untuk pulang karena harus segera menyiapkan makan malam untuk donghae oppa dan adiknya itu.

Setibanya aku dirumah itu ketika hendak membuka pintu lagi-lagi aku melakukan kesalahan. Saat aku membuka pintu tiba-tiba ada seseorang dibalik pintu, dan pria itu teriak kesakitan karena kepalanya terbentur pintu yang aku dorong. Aku takut sekali kalau pria itu adalah junhyung oppa, bisa mati aku dimarahi lagi pikirku.

Ternyata apa yang aku takutkan kejadian, pria dibalik pintu itu adalah junhyung oppa, dengan tatapan geram yang seakan ingin menelanku hidup-hidup.

“yak!!!! lo lagi!!!” teriak junhyung

“emm ma-maafkan aku oppa, aku tidak tau kalau ada oppa dibalik pintu” ucapku gemetar.

“maaf-maaf.. apa dengan maaf memar didahiku akan hilang hah!!!” ucap junhyung dengan nada tinggi.

Tiba-tiba semua penghuni rumah itu keluar setelah mendengar keributan antara aku dan junhyung.

“junhyung kenapa lagi sih??? Kenapa kamu teriak-teriak terus sama yuna, kalau ada masalah bicarain baik-baik” ucap donghae bijak.

“bagaimana mau baik-baik, hyung lihat sendiri nih apa yang dilakuin sama cewek ini!! Hyung nemu cewek ini dimana sih” ucap junhyung seraya memperlihatkan dahinya yang memar.

“dahi kamu kenapa, kok bisa sampai memar gitu. Yuna bisa kamu jelaskan ini kenapa??” Ucap donghae padaku.

“emm maafkan aku oppa ini salahku, aku tidak sengaja membuka pintu terlalu keras sehingga mengenai junhyung oppa, itu juga karena aku tidak tau kalau ada junhyung oppa dibalik pintu sekali lagi aku minta maaf oppa” ucapku menyesal.

“ohh jadi gitu ceritanya, ya udah tidak apa-apa lain kali lebih hati-hati ya” ucap donghae oppa.

“yak!!!! Hyung tidak apa-apa bagaimana jidatku sampai memar begini” protes junhyung

“sudahlah hyung Cuma memar gitu aja kok dibesar-besarin, hyung berlebihan” ucap pria yang merupakan adik donghae dan junhyung.

“ahh kalian semua menyebalkan!!” ucap junhyung kesal seraya pergi meninggalkan kami semua.

Sementara itu…

“hyung dia siapa?” ucap pria tadi.

“oh iya hampir lupa, ini kenalkan dia yuna yang akan membantu kita disini” ucap donghae memperkenalkan diriku.

“hai nama aku yuna” ucapku seraya membungkuk memberi salam.

“haii aku hongki” ucap pria tadi yang bernama hongki itu.

“kenalkan yuna ini adik-adikku, yang ini hongki, terus yang itu key, dan yang terakhir myungsoo ” ucap donghae memperkenalkan adiknya padaku.

Setelah perkenalan itupun selesai aku segera kembali pada pekerjaanku.Aku masih kepikiran atas kejadian tadi sore, aku merasa sangat bersalah, aku memarahi diriku sendiri atas kecerobohanku itu. Setelah kurasa pekerjaanku sudah selesai, kulihat sudah tak ada lagi yang beraktivitas, mungkin mereka semua sudah masuk kamar masing-masing.

Waktu menunjukkan pukul 9 malam, aku teringat pada junhyung oppa, mungkin dia masih kesakitan karena dahinya yang memar olehku.Akupun segera mengambil air es untuk mengompres junhyung oppa.

Kuberanikan tanganku untuk mengetuk pintu kamar junhyung oppa.

“siapa..”teriak junhyung oppa dari dalam kamarnya.

“ini aku oppa, yuna” ucapku.

“ada apa” ucap junhyung lagi

“boleh aku masuk oppa” jawabku

Tak ada jawaban setelah itu, tiba-tiba pintu kamar junhyung oppa terbuka.

“kenapa” ucap junhyung sinis.

“bagaimana dahi oppa, apa masih sakit” ucapku memastikan keadaannya.

“lo pikir” jawab junhyung sinis.

“maafkan aku oppa, aku kesini mau mengobati memar didahi oppa biar cepat sembuh dan juga sebagai tanda permintaan maaf aku” ucapku tertunduk tak berani menatap.

Kudengar junhyung oppa menghela nafas panjang

“masuklah” ucap junhyung mempersilahkanku masuk.

Kulangkahkan kakiku memasuki kamar itu, kulihat setiap sudut kamar itu, sangat rapi dan bersih, aku belum pernah memasuki kamar Junhyung oppa karena kamarnya selalu terkunci. Selagi kumemperhatikan kamar itu tiba-tiba junhyung oppa mengejutkanku.

“woy katanya lo mau mengobati gue kenapa masih berdiri disitu, cepat duduk!!” ucap junhyung membuyarkan lamunanku.

“ah iya…” jawabku kaget.

Akupun segera mengobati dahi junhyung oppa yang memar dengan tangan gemetar akupun mulai mengompres junhyung oppa.

“kenapa? lo sakit??” ucap junhyung seraya memegang tanganku.

“gak, aku baik-baik saja” ucapku gugup dan langsung menarik tanganku.

“kalau tangan lo gemetar begitu bagaimana lo bisa mengobati dengan baik yang ada makin sakit nih jidat gue, mending lo keluar aja dari kamar gue” ucap junhyung marah.

“ma-maafkan aku oppa, aku tau dari awal kita bertemu aku sudah melakukan banyak kesalahan sama oppa dan itu yang membuat oppa gak suka sama aku” ucapku dan tanpa sadar air mataku menetes.

“ehh kenapa.. kok lo nangis??” ucap junhyung gugup melihatku menangis

Akupun tak bisa bicara lagi karena tak kuat menahan air mata tanpa kuduga junhyung oppa yang galak dan pemarah ternyata punya sisi baik juga.

Junhyung oppa pun menenangkanku.

“gue minta maaf” ucap junhyung pendek.

Akupun menatap junhyung oppa bingung dengan apa yang barusan dia ucapkan.

“gue minta maaf, sebenarnya gue bukannya gak suka sama lo, yah gue juga gak tau kenapa gue marah-marah sama lo, mungkin gue kurang cocok sama orang baru, gue minta maaf sudah buat lo takut, jadi lo jangan nangis lagi ya” ucap junhyung panjang lebar.

Aku terkejut rasa tak percaya dengan apa yang baru kudengar. Aku bersyukur ternyata junhyung oppa tidak membenciku.

“makasih oppa, ternyata oppa tidak membenciku” ucapku seraya menghapus air mataku.

“iya, ya sudah lebih baik lo kembali kekamar ini sudah malam” ucap junhyung.

“tapi aku harus ngobati oppa dulu” ucapku.

“tidak usah biar gue aja, lo istirahat aja sana” ucap junhyung.

“iya oppa” jawabku singkat seraya meninggalkan junhyung oppa.

Akhirnya aku terlelap dengan perasaan yang tenang, karena kutau junhyung oppa sudah tidak marah lagi sama aku.

Pagipun tiba, mentaripun menyambutku dengan senyumnya. Lima pria tampan telah berkumpul dimeja makan menunggu sarapan. Akupun segera bergegas mempersiapkannya.

“selamat pagi” ucapku pada kelima pria ini seraya membawa makanan untuk mereka.

Merekapun menjawab salamku seraya tersenyum manis.

“yuna nanti kamu berangkat sekolah aku antar ya” ucap hongki padaku.

“hah tidak usah oppa tapi aku bisa pergi sendiri, aku tidak mau merepotkan oppa” jawabku.

Begitupun hongki oppa terus memaksa untuk mengantarku, namun aku tolak dengan alasan tak ingin merepotkannya.

Kehidupanku makin hari makin membaik, aku sudah mulai dekat dengan mereka semua bahkan terhadap junhyung oppa. Sekarang junhyung oppa sudah tidak pernah lagi teriak atau marah terhadapku, sekarang dia memperlakukanku seperti adiknya.

Aku sangat bahagia sekali dengan perubahan pada mereka semua, mereka tak pernah menganggapku sebagai pembantu mereka namun mereka menganggap kalau aku ini bagian dari mereka.

Bahkan ketika aku hendak mencari kontrakan baru karena uang yang aku hasilkan sudah mencukupi untuk mencari rumah. Namun donghae oppa melarangku, dia menyuruhku agar tetap tinggal dirumahnya bersama adik-adiknya, dia bilang semenjak kehadiranku semua adiknya jadi betah dirumah dan berkumpul bersama. Aku sangat senang mendengar itu semua.

“pokoknya kamu tidak boleh pergi yuna” ucap key padaku.

“iya yuna kitakan satu keluarga jadi tidak ada yang boleh pergi dari sini” ucap donghae menimpali.

“tapi…… apa aku tidak merepotkan kalian semua kalau aku tinggal disini terus” ucapku pada mereka.

“gak lah…..” ucap mereka serempak seraya memelukku.

“tu-tunggu” ucapku sambil melepas pelukan mereka seraya menatap pada junhyung oppa.

“kenapa?? ngapain lo lihat gue seperti itu, gue juga senang kalau lo bisa tinggal disini” ucap junhyung oppa.

“makasih oppa” ucapku bahagia.

Begitulah hari-hariku dengan keluarga baruku, sebuah keluarga yang sangat aku rindukan sejak dulu kini hadir lagi dikehidupanku yang telah lama kosong.

Walaupun mereka telah menganggapku keluarga tapi tak lupa aku dengan pekerjaanku menyiapkan makanan dan membersihkan rumah namun semua itu aku kerjakan dengan suka cita karena terkadang mereka juga membantuku memasak.

Mungkin aku memang gadis yang sangat beruntung, selain aku mendapatkan keluarga baru yang sayang sama aku, akhirnya aku mendapatkan cinta yang selama ini aku tunggu.

Ya akhirnya aku mendapatkan yunho, orang yang selama ini aku kagumi. Entah bagaimana ceritanya yunho bisa menjadi milikku yang pasti saat ini aku sangat bahagia, yunho sangat sayang padaku. Kurasa hidupku sekarang sudah lengkap, keluarga dan cinta semuanya telah kembali padaku. Aku bersyukur pada tuhan telah memberikan semua ini.

 “yuna,.. kita jalan yuk..” ajak myung soo padaku.

“tapi aku sudah ada janji maaf ya” jawabku

Belum selesai myungsoo bicara tiba-tiba yunho datang menjemputku.

“ahh sepertinya aku sudah dijemput, myungsoo aku pergi dulu ya.. oppaaaa aku pergi dulu” teriakku pada mereka semua seraya berlari menghampiri yunho pacarku.

Akupun pergi meninggalkan myungsoo dan keempat oppaku dirumah. Ahh malam ini sangat indah buatku, yunho termasuk pria yang romantis, yunho mengajakku dinner diresto yang sangat romantis, pergi ketaman yang penuh dengan bunga, malam ini aku sangat bahagia sekali punya pacar seperti yunho.

Waktupun menunjukkan pukul sepuluh malam, akhirnya kita memutuskan untuk pulang, setibanya didepan rumah…

“makasih” ucapku pada yunho

“emm iya” sahut yunho

“ya udah kamu pulangnya hati-hati ya aku masuk dulu” ucapku.

“emm sayang” ucap yunho memanggilku.

“kenapa?” jawabku.

Setelah kutanya yunhopun tak menjawab, namun dia mendekatiku.Tiba-tiba dia berada tepat dihadapanku dan yunhopun membungkuk hendak menciumku namun sebelum yunho menciumku, donghae oppa dan keempat adiknya keluar.

“yuna masuk sudah malam” ucap donghae oppa dengan nada tegas.

“emhh iya oppa” ucapku kaget.

Segera aku bergegas masuk dan meninggalkan yunho. Akupun masuk kedalam rumah diikuti donghae oppa dan key oppa sedangkan junhyung oppa, hongki oppa dan myungsoo terlihat mendekati yunho, aku tak tau apa yang mereka bicarakan yang pasti donghae oppa menyuruhku segera masuk kekamar dan akupun mengikuti perintah donghae oppa.

Sementara itu diluar…

“apa lo pacar yuna?” tanya hongki.

“iya, nama gue yunho” ucap  yunho.

“ehh gue ingatkan sama lo, jangan pernah lo datang kesini lagi dan secepatnya jauhi yuna..!!!” ucap myungsoo marah.

“iya, kalau kita lihat lo masih berani mendekati yuna kita gak akan segan-segan untuk menghajar lo, paham!!!” tambah Junhyung.

Akhirnya yunhopun pulang dengan perasaan takut atas ancaman yang dia terima barusan.

Keesokan paginya rutinitas keseharianku sebelum berangkat sekolah adalah bersih-bersih dan menyiapkan makanan untuk oppa-oppa dan juga myungsoo.Sekarangpun aku sudah terbiasa makan bersama mereka.

“yuna nanti aku antar ya” ucap myungsoo.

“gak usah myungsoo, aku bisa berangkat sendiri” ucapku menolak tawaran myungsoo.

“lebih baik kamu diantar oleh mereka saja” ucap donghae oppa.

“tapi oppa aku tak mau merepotkan mereka lagipula junhyung oppa, key oppa, hongki oppa kan sibuk selain itu myungsoo juga harus berangkat sekolah, kalau harus ngantar aku nanti dia terlambat” ucapku tetap menolak.

“pokoknya gak ada alasan, mulai sekarang kamu kita antar, sekarangkan kamu sudah jadi adik kita, jadi kita harus jaga kamu?” ucap key oppa.

“iya oppa” ucapku akhirnya menyetujui.

“ya udah yuna ayo kita berangkat” ucap myungsoo seraya menarik tanganku.

Akhirnya akupun berangkat sekolah dengan diantar mereka berempat, hmm serasa punya bodyguard saja. Kitapun hanya bercanda sepanjang jalan tak terasa akhirnya sampai juga disekolahku, kamipun turun dari mobil. Tiba-tiba ada sepeda motor yang melintas..

yuna awas” ucap myungsoo seraya menarikku.

Karena kejadian itupun posisiku memeluk myungsoo karena myungsoo tadi menarikku setelah beberapa menit dipelukan myungsoo akhirnya akupun tersadar dan langsung melepas pelukan itu.

“maaf yuna kamu tidak apa-apa?” ucap myungsoo.

“i-iya makasih” ucapku gugup.

Tiba-tiba aku melihat yunho dan akupun segera meninggalkan myungsoo dan ketiga oppaku.

“yunho” teriakku memanggil yunho.

Sepertinya yunho melihatku tapi kenapa dia tidak berhenti waktu kupanggil.Akupun berlari untuk mengejar yunho.

“yunho apa kamu tidak mendengar panggilanku” ucapku setelah berada disampingnya.

“ohh iya aku tidak mendengarmu” ucap yunho berjalan dengan cepat.

“kamu kenapa sih?? Kamu sakit??Kok aneh gitu?” ucapku melihat perubahan sikap yunho.

“tidak” jawab yunho singkat. “lebih baik kamu tidak usah ikuti aku lagi dan kita tidak usah ketemu lagi” sambung yunho.

“apa???” ucapku kaget mendengar ucapan yunho.

“aku tidak mau ada masalah sama oppa kamu” ucap yunho lagi.

“memangnya mereka kenapa? Kamu jangan salah paham, mereka hanya ingin menjagaku saja” ucapku menjelaskan.

“aku minta maaf kalau oppa ku membuat kamu marah” sambungku lagi.

“huftt ya sudahlah, lupakan saja” ucap yunho.

“jadi kamu sudah tidak marah lagi” ucapku.

“iya” jawab yunho seraya tersenyum.

Jam sekolahpun akhirnya selesai. Yunho berjanji ingin mengajakku pergi nonton dan itupun membuatku sangat senang.

“maaf sudah lama ya menunggu” ucap yunho melihatku menunggu.

“ah tidak kok” jawabku.

“ayo kita pergi” ucap yunho.

Kamipun akhirnya pergi nonton dan senang-senang, bercanda dan bermain.Setelah puas bermain kitapun pulang. Hmm sepertinya aku bakal kena marah lagi karena pulang kemalaman lagi tapi tidak apa-apalah yang penting aku bahagia sekali bisa jalan berdua dengan yunho, pria yang paling aku cinta.

Kamipun sampai dirumahku, kulihat myungsoo dan keempat oppaku sudah menungguku didepan rumah, aku takut sekali melihat wajah mereka, tersirat ekspresi marah diwajah tampan mereka.Tiba-tiba myungsoo menghampiri aku dan yunho. Tanpa diduga dengan apa yang dilakukan myungsoo tiba-tiba myungsoo memukul yunho didepanku.

“myungsoo apa yang kamu lakukan?!!” teriakku seraya membantu yunho berdiri.

Namun sekali lagi myungsoo memukul yunho dan akupun ditarik key oppa menjauh. Aku hanya bisa menangis melihat kejadian itu. Key oppa pun langsung menarikku masuk kedalam rumah.

“oppa aku mohon hentikan mereka oppa” pintaku pada donghae oppa.

“yuna!! Kamu kemana saja sampai pulang selarut ini!!” ucap donghae oppa marah tak menggubris permintaanku.

“ma-maafkan aku oppa” ucapku takut melihat donghae oppa marah.

“pokoknya aku tidak mau lihat kamu pulang malam lagi. Mulai sekarang kamu akan diantar jemput myungsoo atau yang lainnya, paham!!!” ucap donghae keras.

“iya oppa” ucapku tertunduk.

Tak berapa lama myungsoo dan junhyung oppa pun masuk. Kulihat wajah myungsoo yang penuh luka tapi aku tak pedulikannya. Aku segera berdiri dan langsung menanyakan keadaan yunho.

“myungsoo apa yang telah kamu lakukan sama yunho, yunho salah apa sampai kamu memukulnya seperti itu” ucapku marah.

Namun bukannya menjawab pertanyaanku, myungsoo malah pergi meninggalkanku dan masuk kedalam kamarnya. Akupun dibiarkan kebingungan dengan semua ini, tak ada yang memberiku alasan kenapa mereka tidak suka dengan yunho. Akupun kembali kekamarku, kumencoba menghubungi yunho namun tak ada jawaban. Malam itu yang ada hanya tanda tanya besar dikepalaku.

Mentaripun masih menyapaku dipagi itu namun pagi itu tidaklah secerah seperti biasanya. Akupun keluar kamar dan menyiapkan makanan, namun yang ada dimeja makan hanyalah key oppa dan hongki oppa saja. Tak ada pembicaraan diantara kami bertiga. Ketika aku hendak beranjak pergi, key oppa pun memulai pembicaraan.

“yuna nanti kami yang akan mengantar kamu kesekolah” ucap key oppa.

Akupun hanya menundukkan kepala pertanda aku mengiyakan omongan key oppa.

Di perjalanan pun tak ada candaan atau kekonyolan dari hongki oppa dan key oppa, diam dan hanya diam. Sesampainya depan sekolah akupun segera masuk dan langsung mencari yunho untuk melihat keadaannya.

Setelah mencari dibeberapa tempat akhirnya aku menemukan yunho ditaman belakang sekolah, akupun segera mendatanginya.

“yunho” panggilku

Yunhopun menoleh kebelakang dan mendapati aku yang memanggilnya. Entah kenapa yunho segera beranjak pergi meninggalkanku, kulihat mukanya yang lebam oleh pukulan.

‘”yunho tunggu” ucapku seraya menarik tangannya.

“lepasin tangan gue” ucap yunho tak mau memandangku.

“aku minta maaf atas kejadian semalam” ucapku.

“arrggh gue gak mau dengar apapun lagi dari mulut lo itu!!” ucap yunho marah dan langsung mendorongku sampai jatuh.

“aku benar-benar minta maaf, aku sama sekali tidak tau kenapa mereka melakukan itu sama kamu” ucapku kaget dengan perlakuan yunho terhadapku.

“lo itu memang cewek pembawa sial!! lo jangan pernah dekati gue lagi, mulai sekarang kita putus jangan pernah lo lihatkan muka lo didepan gue lagi!!!” ucap yunho marah dan meninggalkanku.

“yunho... aku tau kamu marah tapi kamu tidak bisa mutusin aku begitu saja aku sangat mencintai kamu” ucapku terisak saraya memohon.

Sekali lagi yunho mendorongku sampai jatuh ketanah, tiba-tiba ada seorang cewek yang mendekati yunho.

“oppa ayo, tinggalkan saja dia” ucap cewek itu.

“iya sayang” ucap yunho memanggil cewek itu.

“yunho siapa cewek itu? kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan sayang?” ucapku mengejar mereka.

“ahh kenalkan aku hanna kekasih yunho oppa” ucap cewek yang bernama hanna itu.

“apa?? pacar?? Kalau dia pacar kamu terus aku ini apa? Apa secepat itu kamu berpaling dariku?” ucapku.

“ohhh jadi kamu belum tau kalau kamu itu hanya sebagai pelarian yunho saja” ucap hanna lagi.

“apa… apa itu benar yunho” tanyaku pada yunho.

“iya semua itu benar. Ya sudah sayang kita pergi saja” ucap yunho dan pergi meninggalkan aku sendiri.

Aku tak pernah menyangka pria yang selama ini aku kagumi, aku cintai ternyata tega melakukan semua itu. Kuberjalan meninggalkan sekolah tak tau langkah kakiku membawaku kemana. Apa yang aku alami barusan seperti mimpi akupun tak bisa membendung air mata ini tak peduli puluhan pasang mata melihatku seperti ini.

Pedih memang hati ini saat yunho bilang kalau aku pembawa sial. Harus kemana lagi aku melangkahkan kakiku untuk membuang semua perasaan ini.

Seakan langitpun mengerti perasaanku malam ini, hujan turun dengan begitu derasnya. Aku tak peduli badan ini basah oleh guyuran air hujan, aku tak bisa berpikir lagi hanya bisa berjalan dan berjalan.

Tak terasa akhirnya kaki ini melangkah pulang kerumah. Akupun masuk dengan keadaan basah kuyup dan tak kupedulikan dengan mereka yang ada dirumah itu.

Kukunci kamar agar tak ada yang melihatku menangis. Pikiranku sudah tak jernih lagi kubanting benda yang ada dikamarku. Aku marah pada semua yang terjadi padaku. Teriakan dan benda-benda yang pecahpun terdengar keluar dan membuat oppa-oppaku khawatir.

“yuna, kamu kenapa” ucap donghae khawatir.

Tak ada kata yang bisa aku keluarkan dan itu membuat mereka semakin khawatir dengan keadaanku. Akupun akhirnya terlelap dengan kamar acak-acakan dan badan yang basah.

“hyung apa sebaiknya kita buka dengan kunci cadangan saja aku khawatir dengan keadaan yuna” ucap myungsoo pada donghae.

“ah iya kamu benar tunggu sebentar aku ambil dulu” ucap donghae.

Tak berapa lamapun donghae datang dengan membawa kunci cadangan dan langsung membuka kamar yuna.

“ehmm hyung biar aku saja kalian lebih baik istirahat” ucap myungsoo lagi.

“tidak apa-apa myungsoo kita lihat yuna sama-sama aku juga khawatir dengan keadaannya” ucap junhyung.

“tidak hyung biar aku saja” ucap myungsoo.

“ya sudahlah myungsoo kalau kamu maunya begitu tapi kalau ada apa-apa segera panggil kita ya” ucap hongki.

“iya hyung” sahut myungsoo.

 

Myungsoo POV

Akhirnya keempat hyungku kembali kekamarnya masing-masing tinggal aku yang berdiri didepan kamar Yuna. Aku sangat khawatir melihat dia pulang dengan keadaan begitu, apa yang telah terjadi terhadap Yuna. Akupun segera membuka pintu kamar itu pelan-pelan. Betapa terkejutnya aku ketika melihat kamar itu sudah tak jelas bentuknya, barang-barang berserakan dimana-mana. Aku tak tau apa yang sudah dialami Yuna sehingga dia seperti ini. Kumelihat sesosok tubuh tergeletak diatas meja dengan rambut yang acak-acakan dan badan yang basah kuyup.

Kudekati perlahan terlihat wajah manis penuh kesedihan itu, aku merasa kasihan sama Yuna, kupindah Yuna ketempat tidurnya. Kumerasa suhu tubuh yuna yang panas dia mengalami demam mungkin karena kehujanan tadi. Akupun segera mengompres agar panasnya segera turun, setelah itu kubersihkan kamar yang berantakan itu.Setelah kurasa beres semua kukembali menemani Yuna yang sedang tidur tanpa terasa akupun terlelap disamping tempat tidurnya.

 

Yuna POV

Kurasa pagi telah tiba namun begitu berat mata ini untuk dibuka, aku takut membuka mata ini karena kejadian itu akan teringat kembali, aku berharap ini hanyalah mimpi. Secara perlahan kumembuka mata, kumelihat ada seorang pria tertidur disampingku. Siapa pria ini pikirku dalam hati. Setelah ku perhatikan ternyata dia adalah myungsoo. Kenapa dia ada dikamarku? Apa myungsoo yang mengompresku semalam dan membersihkan kamarku pikirku ketika melihat kamar dalam keadaan bersih. Kumencoba bangun namun kepalaku sangat berat sekali. Akhirnya myungsoo terbangun mendengar rintihanku.

“yuna kamu sudah bangun, bagaimana keadaanmu?” ucap myungsoo.

“aku tidak apa-apa, ehmm apa kamu yang membersihkan kamarku” ucapku pada myungsoo.

“maaf kalau aku masuk tanpa seizin kamu, aku khawatir melihat kamu pulang semalam dalam keadaan basah” ucap myungsoo

“ohh iya tidak apa-apa, makasih” ucapku.

Myungsoopun tersenyum, kulihat wajahnya masih memar karena kejadian kemarin.

“kamu baik-baik aja?” tanyaku seraya menunjuk wajahnya yang lebam.

“oh ini, iya baik-baik aja” ucapnya tersenyum.

“tunggu dulu” ucapku seraya pergi maengambil kotak p3k.

Tak berapa lama akupun kembali dengan membawa kotak p3k.

“sini biar aku obati luka diwajahmu” ucapku.

“tidak usah nanti juga sembuh” jawab myungsoo.

“ihh ga ada nanti-nanti, jelek tau mukamu penuh lebam kayak gini kan gak keliatan mukamu yang cakep” ucapku bercanda.

“hah?? Kamu tadi bilang aku cakep?” ucap myungsoo mengulang perkataanku tadi.

“tidak maksud aku tadi….” Ucapku belum selesai bicara.

“udah gak usak malu gitu” ucap myungsoo menatapku.

Akupun jadi salah tingkah myungsoo menatapku seperti itu, tanpa sengaja aku menekan terlalu keras luka diwajah myungsoo.

“awww” teriak myungsoo yang membuatku kaget.

“ma-maaf aku tidak sengaja” jawabku gugup.

“iya tidak apa-apa” ucapnya seraya tersenyum padaku.

 

Myungsoo POV

Haha dia ini memang lucu dan juga baik gak salah kalau aku menyukai dia. Tapi apa yuna juga suka sama aku.

“yuna kamu jangan sedih lagi ya” ucapku tiba-tiba pada yuna.

“hah sedih kenapa? Aku tidak sedih” jawab yuna berbohong.

“aku tidak tau kamu ada masalah apa yang pasti aku tidak mau kamu menyiksa diri kamu seperti semalam kalau kamu ada masalah kamu bisa cerita sama aku” ucapku.

“iya makasih tapi aku tidak apa-apa. maaf sudah buat kalian khawatir” ucap yuna tertunduk.

Aku tau dia menahan air matanya. Akupun langsung memeluk yuna. Terlihat dia kaget saat aku memeluknya namun dia tak melepas pelukan itu. Kupeluk erat kutau dia butuh seseorang disampingnya. Kudengar isakan tangis ternyata yuna tak bisa menahan masalahnya air matanya pecah dipelukanku.

 

Yuna POV

Aku terkejut saat myungsoo memelukku namun aku merasa nyaman berada dipelukkannya.Tiba-tiba ingatanku kembali pada yunho orang yang telah menyakitiku namun tetap kucintai. Akupun tak bisa menahan air mata ini aku menangis dipelukan myungsoo.

“apa kamu baik-baik saja Yuna?” tanya myungsoo.

“maafkan aku myungsoo, saat ini aku perlu seseorang untuk berbagi, aku tak tau hendak mengadu pada siapa lagi selain kalian yang kupunya sekarang” ucapku terisak. “maafkan aku myungsoo kemarin aku memarahi kamu karena yunho, ternyata yunho tak sebaik yang aku kira. Dia jalan dengan cewek lain setelah mutusin hubungan kami dan itu dilakukan didepanku seandainya aku tau tak akan kularang kamu mukuli dia” sambungku lagi.

Myungsoo POV

Akupun hanya diam mendengar apa yang dikatakan Yuna ternyata Pria itu yang buat yuna seperti ini. Tak akan kubiarkan Pria itu senang diatas kesedihan yuna.

Kurekatkan pelukanku pada tubuh Yuna, tak ingin kulepaskan perempuan ini lagi. Ya aku mencintai perempuan ini, perempuan yang hampir 2 tahun berada dirumah ini dan mengisi hatiku yang pernah kosong.

 

Author POV

“kamu sedang apa hongki?” tanya junhyung yang berhasil membuat pria yang bernama hongki itu terkejut.

“yak hyung kau ini mengagetkanku saja” kesal hongki.

“ssstt diamlah hyung, aku sedang melihat drama romantis langsung”  sambung hongki asal.

“hah drama romantis?? Maksud kamu?” junhyung yang kebingungan melihat tingkah adiknya itu.

“aku sedang melihat myungsoo dan yuna sepertinya myungsoo suka sama yuna” jawab hongki masih membelakangi hyungnya itu.

Karena penasaran dengan omongan hongki akhirnya junhyung pun memajukan sedikit tubuhya untuk menengok apa yang terjadi didalam kamar tersebut.

“ya~ kalian berdua ngapain disitu” tiba-tiba donghae muncul dibelakang mereka yang otomatis langsung membuat mereka berdua berteriak.

 

Myungsoo POV

Aishh suara ribut apa sih diluar pasti hongki hyung lagi tuh ahh mengganggu saja sih batinku kesal.

Yuna yang merasa ada keributan diluar segera melepaskan pelukannya dariku dan segera pergi keluar. Akupun mengikuti Yuna dari belakang.

“ada apa oppa” tanya Yuna pada hyungku.

“tidak apa-apa yuna kalian teruskan saja hehehe” ucap hongki hyung cengengesan.

Tunggu??Teruskan??Apa maksud hongki hyung dengan kata teruskan?

“yak hyung maksud hyung apa” ucapku sedikit berteriak karena merasa terganggu oleh mereka.

“maaf myungsoo kalau kami mengganggu kalian” kali ini junhyung hyung yang bicara.

“emmm oppa kalian jangan salah paham aku tidak ngapa-ngapain sama myungsoo” ucap yuna gugup.

“ahh tidak apa-apa Yuna” ucap hongki hyung sambil mengedipkan matanya.

“yak hyung apa yang ada dipikiran kalian, aku dan Yuna tidak ada apa-apa, Yuna hanya membantuku mengobati lukaku saja” ucapku menjelaskan karena tidak mau mereka menggoda yuna terus.

“iya kita paham kok” ucap mereka bersama seraya tersenyum evil.

Aisshh aku punya empat hyung seperti mereka..ahhh aku bisa gila menghadapi tingkah mereka seperti ini.

Author POV

Yunapun akhirnya sampai disekolah diantar empat pria tampan.

“makasih oppa,, myungsoo” ucap Yuna pada empat pria itu.

“iya… belajar yang bener ya” sahut key.

Yunapun hanya mengangguk dan meninggalkan empat pria itu.

 

Yuna POV

Ketika ku hendak memasuki kelas aku berpapasan dengan yunho, dia menatapku tajam akupun segera masuk dalam kelas namun terlambat yunho sudah memegang tanganku erat sampai aku merasakan sakit dipergelangan tanganku. Kuberusaha sekuat mungkin untuk melepas tangan yunho dariku namun tenagaku tak kalah kuat darinya. Yunho tak bicara sepatah katapun dia hanya terus menarikku entah mau dibawa kemana, aku takut melihat ekspresi yunho seperti ini.

 

Myungsoo POV

Perasaanku menjadi tidak enak setelah melihat yuna pergi memasuki sekolahnya dan kumelihat pria itu seperti mengikuti yuna. Akupun segera bergegas pergi menemui yuna untuk memastikan keadaannya.

“myungsoo lo mau kemana?” teriak junhyung hyung padaku yang sudah berlari.

“aku mau melihat yuna dulu hyung perasaanku tidak enak, kalian pulang saja duluan” jawabku sambil berteriak.

Ahh entahlah apa yang dipikirkan ketiga hyungku aku sudah tak peduli, yang ada dipikiranku sekarang hanyalah yuna. Aku segera bergegas mencari yuna dikelasnya namun tak kutemui sosok perempuan itu, kucari dikantin, taman namun nihil tak dapat kutemukan juga. Perasaanku semakin kacau karena aku masih belum melihat Yuna.

 

Author POV

Yunhopun menarik tangan yuna dengan kasar sehingga membuat yuna ketakutan.

“yak yunho lepaskan,, sakit” ucap Yuna kesakitan.

Namun tak ada respon dari teriakan Yuna tersebut.

Akhirnya merekapun sampai disebuah ruangan kosong yang lebih tepatnya seperti gudang. Yunhopun menarik Yuna kedalam gudang itu dan mendorongnya sehingga Yuna jatuh tersungkur.

“apa yang kamu inginkan yunho” ucap yuna ketakutan.

“gue ingin yang ada ditubuh lo” ucap yunho dengan senyum menakutkan.

“maksud kamu apa?? Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi” ucap yuna sembari hendak pergi meninggalkan tempat itu.

Yunho tak menjawab pertanyaan yuna namun langsung mendorongnya kelantai.Yunhopun melepas kemeja sekolahnya.

“yunho aku mohon jangan” teriak yuna.

Namun terlambat yunhopun sudah menindih tubuh Yuna, Yuna pun mencoba berontak dan dia berhasil menendang tubuh Yunho hingga tersungkur, Yuna pun segera bangkit untuk pergi. Namun Yunho dengan cepat mencengkeram kaki Yuna dan menamparnya.

Yunhopun semakin marah dengan yang dilakukan Yuna akhirnya dia menampar wajah cantik yuna hingga keluar darah dari sudut bibirnya.Yunho pun merobek seragam Yuna yang memperlihatkan bahu mulus milik Yuna. Yuna pun hanya bisa menangis dan ketakutan dengan keadaannya sekarang.

“aku mohon lepasin aku Yunho.. salahku apa sampai kamu melakukan ini padaku” isak Yuna.

“ck kamu mau tau salahmu apa. Kamu tau waktu kita pacaran oppamu itu tidak suka sama aku, mereka mengancamku dan mereka juga memukulku dan setelah kita putus kamu bisa senang-senang bersama mereka huh” teriak yunho dimuka Yuna. “Kamu mau tau bagaimana sakitnya aku dipukul mereka huh..!!!” sambung yunho.

“ma-maafkan aku yunho tapi..” ucap Yuna belum selesai.

Yunhopun memegang wajah cantik yuna hingga berdiri lalu mendorongnya dengan keras ketembok hingga membuat yuna tak sadarkan diri.

 

Myungsoo POV

Sudah hampir semua tempat disekolah ini kujelajahi namun tetap tak bisa kumenemukan yuna, dia pergi kemana aku sungguh khawatir dengan dia.

Akupun melihat sebuah ruangan yang berada dibelakang gedung ini, akupun segera menuju tempat itu.

Sial pintu itu terkunci, akupun mendobrak pintu itu dan terkejut dengan apa yang kulihat didalam ruangan itu, pria brengksek itu sedang menindih tubuh yuna. Akupun langsung menarik pria itu menjauh dari yuna.

Akupun menghajar pria itu tanpa ampun. Ingin rasanya kumembunuh pria ini namun aku melihat yuna yang sudah lemah tak sadarkan diri dengan muka yang memar. Akupun langsung meninggalkan pria ini dan langsung membawa yuna keluar.

Author POV

Perempuan itupun akhirnya tak sadarkan diri setelah mendapat benturan keras. Melihat perempuan yang dicintai pingsan, pria yang bernama myungsoo itupun geram dan menghajar pria bernama yunho itu. Tak ada belas kasihan pada diri myungsoo terhadap yunho, yang ada hanyalah api kemarahan. Ingin rasanya dia membunuh yunho namun dia harus segera menyelamatkan yuna yang keadaannya sudah sangat memprihatinkan dengan muka memar dan darah yang keluar dari mulutnya, dengan kondisi pakaian yang sudah tak utuh lagi.

Myungsoo pun melepaskan jaket yang dia kenakan untuk menutupi tubuh yuna yang terbuka. Myungsoo pun berlari dengan membopong yuna pergi dari tempat itu meninggalkan pria itu yang sudah tak berdaya.

“myungsoo apa yang terjadi??” tanya junhyung yang melihat myungsoo menggendong yuna.

“hyung cepat kita harus segera membawa yuna kerumah sakit” jawab myungsoo panik.

 

@Rumah Sakit

Setibanya mereka dirumah sakit, yuna akhirnya masuk ke UGD untuk mendapat perawatan.

“myungsoo apa yang terjadi” tanya donghae yang baru datang.

“pria itu hyung yang sudah buat yuna begitu” ucap myungsoo tertunduk menahan emosinya.

“maksud kamu yunho mantan pacar yuna” kali ini junhyung yang bersuara.

“iya hyung, aku tidak akan melepaskan pria itu” ucap myungsoo.

Setelah selama dua hari pingsan akhirnya yuna sadarkan diri.

“yuna kamu baik-baik saja” ucap myungsoo khawatir seraya menggenggam tangan yuna.

“iya oppa, myungsoo-ah aku baik-baik saja, maafkan aku sudah buat kalian khawatir” jawab yuna.

“yuna aku janji aku akan balas dendam sama pria itu yang sudah buat kamu begini, aku tidak akan melepaskannya” ucap myungsoo.

“jangan myungsoo… aku tidak mau kamu membalas perbuatan yunho, itu bearti kamu sama seperti dia dan aku tidak ingin kamu seperti itu. aku baik-baik saja”.Jawab yuna seraya tersenyum sambil memegang tangan myungsoo.

 

Myungsoo POV

Aku tak mengerti apa yang ada dipikiran yuna. Kenapa dia melarangku untuk memberi pelajaran pada pria itu padahal pria itu sudah membuat dia seperti ini.Akupun tak bisa berbuat apa-apa lagi jika yuna maunya begitu. Yuna meminta sambil tersenyum manis padaku membuatku tak dapat berkata apa-apa dan tangan itu, tangan lembut yuna yang memegang tanganku membuat jantung ini seperti ingin meloncat keluar. Kenapa aku bisa segugup ini dipegang yuna, ahhh cinta ini bisa buatku gila.

 

Author POV

Yunapun akhirnya kembali kerumah setelah satu minggu dirawat dirumah sakit.

“welcome to yuna in home” teriak key dan hongki menyambut kedatangan yuna.

“makasih oppa” jawab yuna terharu.

Yunapun makin hari keadaannya makin membaik dan dia sudah mulai bisa sekolah lagi seperti biasa.

 

Yuna POV

Hari ini aku mulai masuk sekolah lagi, sebenarnya donghae oppa dan yang lainnya masih melarang aku untuk sekolah karena kondisi aku yang belum sehat betul. Sebenarnya juga aku masih trauma dan takut kalau aku harus bertemu dengan yunho, tapi berada dirumah terus-menerus juga tidak enak.

“yuna ayo” ucap junhyung oppa yang siap mengantarkanku.

“iya oppa” jawabku.

“kita bertiga aja ya oppa” tanyaku setelah berada dalam mobil.

“iya, key sudah berangkat kekampusnya” jawab junhyung oppa.

“terus myungsoo mana” tanyaku lagi.

“kenapa yuna? kamu kangen sama myungsoo yaaa” ledek hongki oppa padaku.

“gak oppa aku kan Cuma sekedar bertanya saja, biasanya kan kalian berempat yang ngantar aku” jawabku cepat.

“tidak apa-apa yuna kalau kamu benar-benar merindukannya. Ahh padahal aku yang suka kamu duluan tapi sepertinya kamu menyukai myungsoo” ucap hongki oppa.

“apa??? tidak oppa aku tak menyukainya” jawabku malu.

“tidak apa-apa yuna kamu tak perlu malu karena myungsoo juga menyukaimu” ucap hongki oppa lagi.

Deg..apa maksud hongki oppa barusan, dia bilang kalau myungsoo menyukaiku?? ahh tidak mungkin, hongki oppa kan memang suka iseng batinku.

“ya~ hongki sudah jangan meledek yuna terus” ucap junhyung oppa yang mendengar pembicaraan kami.

“sudah sampai yuna” sambung junghyung oppa lagi.

“eoh sampai mana oppa” jawabku bingung.

“sampai sekolah kamu kan, kenapa kamu jadi lupa begitu yuna, kamu melamun?? Tanya junhyung oppa heran

“ehhh gak oppa….”

“pasti yuna sedang mikirin myungsoo” ucap hongki oppa cepat memotong pembicaraanku.

“ya~ oppa berhenti meledekku” teriakku pada hongki oppa.

“ya sudah aku masuk dulu oppa” teriakku.

“aww sakit” teriak hongki oppa meringis karena pipinya kucubit.

 

Author POV

Sementara itu dimobil…

“hongki memangnya benar myungsoo menyukai yuna” tanya junhyung.

“gak tau” jawab hongki singkat.

“terus kamu bicara itu sama yuna tadi apa maksudnya” lanjut junhyung.

“aku asal aja hyung hehehe” ucap hongki cengengesan.

“tapi sepertinya myungsoo benar-benar menyukai yuna karena waktu yuna jalan sama pria itu myungsoo yang paling terlihat emosi” sambung hongki.

“iya kamu benar, aku juga merasa seperti itu. Terus kamu bilang kalau kamu menyukainya apa itu benar atau Cuma asal aja” tanya junhyung.

“itu memang benar hyung, aku memang menyukai yuna sejak pertama aku bertemu dia dirumah kita” ucap hongki sambil menatap jalan.

“serius??? Terus??” tanya juhyung menanti jawaban hongki selanjutnya.

“terus? Terus apa hyung??” tanya hongki tak mengerti.

“ehmmm bagaimana kalau…” ucap junhyung menggantung.

“ahh aku mengerti hyung aku mengerti maksud hyung. Hyung tenang saja aku tidak akan merebut yuna dari myungsoo, kalau myungsoo bahagia aku juga pasti bahagia hyung.” Ucap hongki masih menatap jalan.

“hongki kamu baik-baik aja kan?? Aku tak pernah menyangka kalau kamu menyukai yuna” ucap junhyung hati-hati.

“hahahaha hyung it's oke, aku tidak mungkin sedih Cuma karena seorang perempuan, akukan tampan jadi pasti banyak perempuan yang menyukaiku” jawab hongki PD.

“ishh kau ini”.

 

Junhyung POV

“aku memang menyukai yuna hyung sejak pertama aku bertemu dia dirumah kita. Tapi hyung tenang saja aku tidak akan merebut yuna dari myungsoo, kalau myungsoo bahagia aku juga pasti bahagia” ucap hongki padaku.

Kata-kata hongki selalu teringat dikepalaku, aku tak pernah menyangka dibalik sikap konyolnya ternyata dia memendam perasaan yang dalam terhadap yuna. Hongki memang masih bisa tertawa lepas saat mengatakan itu, tapi ada raut kesedihan diwajahnya yang ceria itu.

Arrghh kepalaku jadi pusing memikirkan ini semua, satu sisi hongki menyukai yuna disisi lain myungsoo juga menyukai yuna dan sepertinya yuna juga lebih menyukai myungsoo, dua adikku menyukai perempuan yang sama dan yang lebih memusingkan lagi mereka tinggal satu rumah.

 

Yuna POV

Ahhhhh lega rasanya seharian ini tak bertemu dengan yunho pria yang sudah… arrgh aku tak mau mengingatnya lagi.

Jam pulang sekolahpun akhirnya tiba aku menunggu jemputanku. Tak berapa lama seorang pria menghampiriku dengan motornya.

“yuna ayo” ucap pria itu.

“myungsoo?? Kenapa kamu bawa motor??Mana yang lainnya?” tanyaku pada pria itu yang ternyata adalah myungsoo.

“hari ini hanya aku yang jemput kamu yuna karena aku ingin mengajak kamu kesuatu tempat” ucap myungsoo.

“kemana?” tanyaku.

“nanti juga kamu tau cepat naik” ucap myungsoo.

 

Myungsoo POV

Setelah aku ijin sama hyung ku, akupun pergi menjemput yuna perempuan yang sangat kucintai, aku bermaksud untuk mengungkapkan perasaanku hari ini. Kulihat yuna sudah menunggu didepan gerbang sekolahnya.

“yuna ayo“ ucapku

“myungsoo?? Kenapa kamu bawa motor??Mana yang lainnya?” ucap yuna terlihat kaget karena aku datang sendiri.

“hari ini hanya aku yang jemput kamu yuna,, karena aku ingin mengajak kamu kesuatu tempat” ucapku.

“kemana?” tanyanya bingung.

“nanti juga kamu tau cepat naik”.

Yunapun akhirnya bersedia ikut denganku.

“yuna pegangan” ucapku.

“iya” ucap yuna namun hanya memegang bajuku saja.

“maksud aku seperti ini yuna supaya kamu tidak jatuh” ucapku seraya menarik tangannya agar memelukku.

“ah gak mau” ucapnya seraya menarik tangannya.

Mungkin dia malu kalau harus memelukku pikirku dalam hati. Akupun segera melajukan motorku, kupercepat motorku dan tanpa kusadari yuna telah memelukku mungkin dia takut karena motor yang kubawa sangat cepat.

 

Author POV

“yuna kita sudah sampai” ucap pria tampan itu.

Perempuan itupun segera melepas pelukannya.

Myungsoo pun membawa yuna kesebuah taman bunga yang indah, disitu terdapat setumpuk bunga yang berbentuk hati.

“myungsoo ini kamu semua yang membuatnya” ucap yuna kagum.

Myungsoo pun hanya mengangguk dan langsung menarik yuna ketengah tumpukan bunga yang berbentuk hati tersebut, myungsoo pun memegang tangan yuna lembut.

“yuna mungkin aku bukan pria yang romantis yang bisa membuat kata-kata indah malah aku tergolong pria yang cuek dan dingin. Tapi perlu kamu tau yuna semenjak kehadiranmu hari-hariku jadi indah, kamu yang membuat aku kembali semangat dalam menjalani hidup aku, kamu memberikan warna dalam hidupku. Yuna maukah kamu jadi kekasihku??” ucap myungsoo mengatakan maksud hatinya.

“myungsoo kamu serius” ucap yuna tak percaya.

“iya yuna aku serius, aku mau kamu jadi bagian dalam hidupku” jawab myungsoo.

“makasih myungsoo, aku sangat senang mendengarnya tapi aku masih belum tau bagaimana perasaanku terhadapmu aku masih bingung” ucap yuna.

“aku akan menyakinkan perasaanmu itu yuna kalau aku yang terbaik buatmu. Jadi apa kamu menerima cintaku??” ucap myungsoo lantang.

“ehhmmm iya aku mau” jawab yuna tersenyum.

“ah beneran?? makasih Yuna” ucap myungsoo langsung memeluk yuna.

“Iya” ucap Yuna tersenyum.

“aku sayang kamu” ucap myungsoo seraya mengecup kening yuna dan kembali memeluknya.

“iya aku juga” jawab Yuna berbisik ditelinga kekasihnya itu.

Akhirnya yuna mendapatkan cinta barunya yang tidak pernah terpikir oleh yuna sekarang dia memiliki myungsoo pria tampan yang sangat mencintainya dan selalu membuat yuna tersenyum. Dan juga keluarga yang menyanyanginya dengan tulus.

 

-----------------------------------THE END ---------------------------------

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar